Helikopter Sinarmas dikerahkan padamkan 135 Ha lahan terbakar di Riau


Merdeka.com – Kebakaran lahan dan kebun milik sejumlah masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Tebing Tinggi Timur Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau membuat kabut asap mengepul. Diperkirakan luasnya sekitar 135 hektare, sebagian lokasi bisa dipadamkan melalui darat, ada juga melalui udara menggunakan Helikopter Super Puma.

“Untuk kebakaran yang terjadi di lokasi Desa Lukun itu dibantu pemadaman dengan menggunakan Heli Super Puma. Dilakukan Waterbombing atau bom air dari udara sebanyak 43 kali,” ujar Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek kepada merdeka.com, Rabu (14/2).

Helikopter jenis L1 dengan kapasitas 4.500 liter perbuket untuk sekali waterbombing itu dikerakan lantaran lahan yang terbakar merupakan gambut dengan kedalaman 5 meter. Polisi dan TNI kewalahan karena untuk menuju lokasi juga sangat jauh dari jalur darat dan pemukiman.

“Yang terbakar di sana itu lahan gambut, kedalamannya sekitar 5 meter dan lokasi itu semak belukar, tidak ada tanaman. Tidak bisa dipadamkan api itu melalui darat, karena membahayakan petugas. Makanya digunakan Heli dari perusahaan Sinarmas,” ucap La Ode.

Tak hanya di hutan, kebakaran lahan juga terjadi di kebun sagu milik sejumlah warga, lokasinya di Jalan Abdul Rahman Desa Tanjung Sari Kecamatan Tebing Tinggi Timur Kabupaten Kepulauan Meranti.

La Ode menjelaskan, luas lokasi area lahan yang terbakar seluruhnya hingga sampai saat ini mencapai135 Hektare. Lokasinya tepat di titik koordinat N 0053’13.5″, dan E 10247’58.4″.

Pemilik Lahan yang terbakar di antaranya, Anuar (57) warga Desa Lukun, Buhari (54) warga Desa Lukun, Abusar (50) warga Desa Centai, Edy Susanto (48) warga Kelurahan Selatpanjang.

“Polisi dan TNI dibantu masyarakat sekitar mendatangi lokasi untuk melakukan pemadaman, api berhasil padam dan kini sedang proses pendinginan. Petugas juga mencatat saksi dan melakukan permintaan keterangan atau introgasi terhadap 4 orang saksi.

Selain itu, polisi juga memasang Police line dan spanduk di dekat lokasi yang terbakar. Untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus kebakaran lahan tersebut, petugas mengumpulkan barang bukti berupa kayu bekas terbakar.

“Kita sudah mengirimkan surat permintaan keterangan terhadap 4 orang selaku pemilik lahan untuk dimintai keterangan atau diperiksa,” tegas La Ode.

La Ode menyebutkan, Selasa (13/2) sekitar pukul 13.00 Wib, tim Satgas Gakkum Karhutla Satuan Reskrim Polres Kepulauan Meranti melakukan pemeriksaan lokasi kebakaran yang terjadi untuk mendalami penyelidikan.

“Lahan yang terbakar itu terdapat tanaman Rumbia atau Sagu. Ada juga lahan semak belukar dan tanaman muda, yang merupakan milik beberapa masyarakat, belum ada tersangka dalam kasus ini,” katanya. [ded]


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *