Artis pakai narkoba, benar karena depresi?


Merdeka.com – Godaan narkotika kembali menjerumuskan artis Ibu Kota. Setelah Jennifer Dunn, Tora Sudiro, kini giliran Fachri Albar yang dicokok aparat karena penyalahgunaan narkotika.

Putra kedua penyanyi rock legendaris, Ahmad Albar itu dicomot polisi di kediamannya, Perumahan Serenia Hills, Cirendeu, Jakarta Selatan. Kepada penyidik, Fachri yang sudah tertangkap basah berdalih memakai ganja, sabu serta dumolid untuk menghilangkan depresi. Benarkah demikian?

Ketua Ikatan Manajer Artis Indonesia, Nanda Persada mengatakan biasanya artis yang menjadi pemadat disebut ‘oknum’. Ia menegaskan depresi tidak selalu bisa dijadikan alasan buat oknum artis yang tersandung kasus narkoba.

“Depresi enggak bisa jadi alasan lepas dari jeratan hukum,” ujar Nanda saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (14/2).

Nanda menambahkan, terdapat tiga faktor yang membuat tingkat kekacauan mental atau stres seorang artis meningkat.

“Yang saya tahu ada beberapa hal yang bisa menyebabkan stres artis meningkat. Biasanya karena sepi job, sepi tawaran,” ujar Nanda.

Kemudian, lanjutnya, pembayaran yang tak kunjung turun. “Job-nya ada, tapi bayarannya lama turunnya. Terutama yang bersifat off air atau sinetron,” ungkapnya.

Dituntut kreativitas yang tinggi juga menjadi salah satu faktor tingkat stres para artis naik.

“Mereka dituntut bekerja keras untuk meningkatkan kreatifitas. Kemudian kecapekan. Banyak artis yang sebetulnya fisiknya sudah lelah tapi mereka tetap dituntut tampil prima di depan kamera,” bebernya.

Nanda tidak menampik profesi seorang artis tidak mempunyai jam kerja yang menentu. Jika sedang kebanjiran tawaran, mereka bisa bekerja hingga malam, bahkan pagi hari.

“Nah, sedangkan orang terlalu capek malah susah tidur. Jadi kadang perlu obat untuk mempermudah tidur. Mungkin itu segelintir artis yang memang menggunakan narkoba tujuannya tidur,” tuturnya.

“Tapi kan memang harus sesuai rekomendasi dokter.

“Teman-teman artis, selama dia di bawah pengawasan dokter harusnya sih enggak menyalahi hukum. Nanti yang mesti dicek itu bener enggak dia mendapatkan obat dengan resep dokter. Bukan sembarangan beli, dari temen atau online kan juga udah banyak tuh,” tuturnya.

Namun, Nanda mengembalikan hal itu kepada pribadi si artisnya sendiri.

“Ada orang yang kalau stres itu macem-macem. Nah, yang ini biasanya karena faktor lingkungan dan pergaulan,” tutupnya. [rhm]


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *