PWNU Sumsel larang organisasi sayap nyatakan dukungan di Pilgub


Merdeka.com – Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) melarang organisasi sayap menyatakan dukungan terhadap salah satu calon gubernur dan wakil gubernur di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan 2018. NU memilih sikap netral dalam proses demokrasi itu.

Rois Syuriah PWNU Sumsel, KH Dimyati Dahlan mengungkapkan, sikap tersebut lantaran seluruh calon yang maju notabene adalah kader NU. Dukungan terhadap salah satu pasangan akan berdampak negatif bagi calon lain.

“Tidak boleh menyatakan dukungan terhadap calon, kita bersifat netral. Pak Dodi, Pak Aswari, Pak Ishak, dan Pak Deru itu orang NU semua,” ungkap Dimyati usai pelantikan pengurus PWNU Sumsel di Palembang, Selasa (13/2) malam.

Dikatakan dia, sikap netral tersebut merupakan instruksi dari PBNU terhadap seluruh organisasi sayap, seperti Gerakan Pemuda Anshor, Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama, Muslimat, Fatayat, Banser, dan lainnya. Namun, larangan itu tidak berlaku bagi kader NU secara pribadi.

“Kalau personal atau pribadi boleh-boleh saja, tidak masalah, asal bukan bawa nama organisasi,” ujarnya.

Dia berharap, Pilkada serentak di Sumsel berlangsung damai dan memunculkan pemimpin terbaik. Masyarakat tidak mudah terprovokasi pihak tertentu untuk merusak tatanan kehidupan di Bumi Sriwijaya.

“Mudah-mudahan aman, kita sama-sama berdoa agar aman dan tertib,” ujarnya.

Diketahui, Pilgub Sumsel diikuti empat pasangan calon. Yakni nomor urut 1 pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya, nomor urut 2 Saifuddin Aswari Rivai-Irwansyah, nomor urut 3 Ishak Mekki-Yudha Pratomo Mahyudin, dan nomor urut 3 Dodi Reza Alex-Giri Ramanda Kiemas. [rzk]


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *