Program 'Tebar Jala' dan 'Seribu Dewi' bisa serap 200 ribu lebih lapangan kerja


Merdeka.com – Program pusat ekonomi baru jalur selatan atau yang disebut ‘Tebar Jala’, merupakan program yang ditawarkan pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno untuk menyongsong perekonomian baru di jalur selatan Jatim.

Wakil Bupati Trenggalek Muchammad Nur Arifin menyambut baik program ‘Tebar Jala’ yang ditawarkan pasangan cicit KH Bisri Syansuri dan cucu Bung Karno itu. Menurutnya, program itu memang menjadi aspirasi wilayah selatan untuk membuka selebar mungkin akses jalan agar mempercepat dan menumbuhkan perekonomian.

Dia berpendapat program ‘Tebar Jala’ itu akan semakin baik jika disinergikan dengan program seribu desa wisata atau yang disebut ‘Seribu Dewi’ yang juga program Gus Ipul-Puti.

Gus Ipin, sapaan akrabnya optimis jika ‘Seribu Dewi’ digiatkan dan akses ‘Tebar Jala’ dibuka lebar akan membuka banyak lapangan pekerjaan yang baru.

“Maka saya yakin jika ada Seribu Dewi wisata di Jawa Timur maka akan ada dua ratus (200) ribu lebih lapangan pekerjaan baru yang bisa dibuka di Jawa Timur,” katanya, kepada merdeka.com, Selasa (13/2).

“Itu akan sangat membantu perekonomian di Jatim. Maka kabeh sedulur kabeh makmur itu bukan hanya jargon saja, namun bisa dirasakan rakyat Jawa timur,” tutup pemimpin muda pengagum sosok Presiden pertama RI, Soekarno atau Bung Karno itu.

Pasangan Gus Ipul-Puti menawarkan program ‘Tebar Jala’ yaitu pusat perekonomian baru, untuk mempercepat dan memajukan ekonomi kawasan selatan dengan menyongsong pembangunan tol pemerintah pusat di jalur lintas pantai selatan Jawa Timur.

Jalur lintas pantai selatan Jawa Timur yang diprogramkan pemerintah pusat itu masih proses pengerjaan. Untuk Jatim sendiri, jalur tersebut menghubungkan 8 kabupaten mulai dari Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember hingga Banyuwangi.

Sementara, program ‘Seribu Dewi’ yang ditawarkan itu untuk mengangkat pariwisata di Jawa Timur. Program tersebut nantinya akan menggerakkan pemuda-pemudi di desa untuk memperkenalkan wisata yang ada desa-desa, melalui ekonomi kreatif dan didukung teknologi. [hhw]


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *