Lima awak kapal asal Taiwan tak kenal tiga WNA penjemput 1 ton sabu di Anyer


Merdeka.com – Lima awak kapal Wanderlust asal Taiwan yaitu Juang Jin Sheng, Sun Kuo Tai, Sun Chih Feng, Kuo Chun Yuan, dan Tsai Chih Hung mengaku tak kenal dengan tiga orang WNA yang juga asal Taiwan yang bertugas menunggu dan mengambil 1 ton sabu dari kapal Wanderlust pada 2017 lalu di Anyer, Banten.

Tiga orang WNA asal Taiwan tersebut yaitu Liao Guan Yu, Chen Wei Quan, dan Hsu Yong yang bertugas mengambil 51 karung sabu dengan perahu karet di perairan Anyer.

Hal itu disampaikan kelima orang awak kapal Wanderlust saat dihadirkan dalam persidangan sebagai saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (12/2) malam. Melalui penerjemah Bahasa Mandarin, kelima saksi mengaku baru pertama bertemu dengan tiga terdakwa saat mereka dijebloskan ke dalam tahanan.

“Lima saksi tak kenal dan tak pernah bertemu dengan tiga terdakwa lainnya. Mereka ketemu setelah masuk tahanan,” kata penerjemah di hadapan hakim yang dipimpin Kusno.

Hal yang sama juga disampaikan tiga orang terdakwa. Mereka bertiga mengaku sebelumnya tak saling kenal dengan lima orang saksi sebelum masuk tahanan. “Tidak,” ujar ketiganya serentak sembari menggelengkan kepala ketika hakim bertanya melalui penerjemah.

Dalam kasus penyelundupan 1 ton sabu ini, ada delapan terdakwa. Lima orang saksi yang dihadirkan dalam persidangan juga merupakan terdakwa dalam kasus ini.

Hakim Kusno menyampaikan majelis hakim memberi kesempatan pada delapan terdakwa agar menghadirkan saksi untuk meringankan mereka yang bisa meyakinkan bahwa yang dibawa dalam kapal saat itu memang benar produk pertanian, sebagaimana pengakuan saksi dalam persidangan. Tapi mereka menyampaikan tak bisa menghadirkan saksi.

“Hak mereka tetap kami berikan. Atau apakah mau korespondensi dengan orang Taiwan atau seperti apa?” kata dia.

Kusno juga menanyakan apakah keluarga delapan terdakwa telah mengetahui kasus yang membelitnya di Indonesia dan mereka menjawab keluarga mereka telah mengetahui. Sidang akan kembali dilanjutkan pada tanggal 26 Februari mendatang dengan agenda mendengarkan tuntutan pidana dari JPU. [fik]


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *