Cak Imin sebut politik pemicu isu SARA


Merdeka.com – Gereja Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta, diserang seseorang membawa pedang saat ibadah misa Minggu (11/2). Melihat hal ini, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, mengingatkan para umat beragama tidak mengintervensi umat agama lain agar tercipta kerukunan.

“Masing-masing umat harus disiplinkan, tidak boleh mengintervensi agama lain terutama diingatkan misi dan tujuan sebuah agama,” katanya saat perayaan Imlek di Restoran Eka Ria, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (12/2).

Menurut dia, setiap pemeluk agama harus mengilhami bahwa tujuan setiap agama itu satu, memuliakan manusia. Maka itu, Cak Imin mengungkapkan, mereka yang melakukan kekerasan atas nama agama hanya akan menghilangkan makna agama itu sendiri.

“Spirit agama fanatisme boleh tapi semangat kemanusiaan itu satu, ini yang harus jadi pelajaran. Buat apa berantem ada korban, tapi agama tidak punya makna dan tidak punya arti,” jelasnya.

Cak Imin juga mendorong pemerintah untuk menindak tegas pelaku yang berupaya merusak kebhinekaan. Melalui aparat penegak hukum, dia mendukung pemerintah bersikap tegas.

“Ada sikap pro aktif terbuka termasuk menindak perilaku-perilaku intoleran dan mengancam kebhinekaan kita. Kepemimpinan hukum harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Masyarakat juga ia dorong agar turut aktif melakukan deteksi dini tindakan yang mengancam kerukunan beragama.

“Masyarakat harus membantu seluruh upaya pemerintah dalam hal ini aparat keamanan untuk memberikan deteksi dini antisipasi. Apalagi saya serukan bangun solidaritas yang kuat saling memberi informasi dan bahu membahu,” lanjutnya.

Terkait isu SARA yang diprediksi akan memanas di Pilkada 2018, Cak Imin menyebut tiap parpol bakal menyatakan komitmen bersama KPU pada 18 Februari mendatang. Sebab, salah satu pemicu isu SARA, kata dia, adalah persaingan politik.

“Kedua hindari isu-isu SARA dalam perebutan kekuasaan dan politik. Ketiga tentu masyarakat jangan terpengaruh,” tukasnya. [fik]


Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *